Saat ini keberadaan startup AI Indonesia terbilang sangat menjanjikan dan semakin berkembang. Ada banyak keuntungan baik dari segi profit maupun kemajuan pengetahuan yang diusung oleh startup AI Indonesia. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui dan memanfaatkan keberadaan startup AI Indonesia. Simak informasi selengkapnya dalam ulasan berikut!
Chat.bahasa.ai
Chat.bahasa.ai merupakan startup yang berfokus pada pengembangan AI untuk memahami dan mengolah bahasa Indonesia dengan lebih baik. Platform ini menawarkan layanan seperti transkripsi otomatis, penerjemahan, dan analisis sentimen. Model interface yang diadopsi oleh platform ini tampak mirip dengan Chat GPT, namun yang membuatnya berbeda adalah kontennya yang menggunakan bahasa lokal, yaitu Bahasa Indonesia. Platform ini memberikan penawaran 2 kuota harian terbatas kepada para penggunanya untuk menanyakan berbagai macam hal, namun pengguna juga bisa menggunakan platform ini tanpa batas dengan biaya berlangganan.
Kata.ai
Kata.ai adalah salah satu startup AI Indonesia yang berfokus pada pemahaman percakapan manusia. Kata.ai bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan memberi mereka cara yang lebih manusiawi untuk berinteraksi dengan teknologi.Saat ini, Natural Language Processing (NLP) dari Kata.ai mendukung chatbot cerdas multiguna untuk perusahaan-perusahaan besar di berbagai industri di Indonesia.
Kata.ai mengawali layanan pada tahun 2015 sebagai YesBoss, menawarkan layanan asisten virtual melalui SMS dan aplikasi seluler. Seiring berjalannya waktu, Kata.ai tumbuh dan menginginkan bisnis yang lebih berdampak dan terukur. Pada tahun 2016 YesBoss tidak lagi aktif, dan mengalihkan bisnis kami ke segmen B2B dengan peluncuran Kata.ai yang terus berkembang sampai sekarang.
Pitik
Pitik didirikan sejak 2019 oleh Arief dan Rymax Joehana, platform ini menyediakan layanan teknologi manajemen peternakan full stack mulai dari sistem dan alat berbasis internet-of-things (IoT) hingga produk ayam yang disalurkan kepada konsumen. Berdasarkan data Tech in Asia, Pitik telah menggalang pendanaan dari berbagai investor, seperti Alpha JWC Ventures, MDI Ventures, Wavemaker Partners dan Arise. Perusahaan telah menggalang pendanaan Seri A senilai US$14 juta (*Rp206 miliar) yang dipimpin Alpha JWC Ventures pada Mei 2022. Di Indonesia, Pitik memiliki kompetitor di sektor serupa, antara lain adalah BroilerX dan Chickin.
Eureka
Eureka merupakan platform berbasis AI yang menawarkan solusi analitik perilaku konsumen. Beberapa data yang dihasilkan perusahaan asal Jakarta ini dimanfaatkan untuk mengelola proyek pemasaran, mengidentifikasi prospek dan target, serta mengelola promosi dan tingkat kepuasan pelanggan. Dilaporkan, Apis Partners, Riyad TAQNIA Fund, MEC Ventures, dan 11 investor lainnya menanamkan modal kepadanya sebesar US$21 juta atau Rp 315,4 miliar.
Verihub
Selanjutnya adalah Verihub, perusahaan ini termasuk startup AI Indonesia yang telah berdiri sejak 2019. Perusahaan yang mendapat suntikan dana sebesar US$3 juta atau Rp 45 miliar itu menawarkan solusi KYC (know your customer) untuk lembaga keuangan. Produk yang dihasilkan mampu merampingkan proses adaptasi (onboarding) pelanggan.
Akulaku
Akulaku merupakan penyedia pembiayaan atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending untuk produk elektronik, peralatan rumah tangga, dan lainnya. Layanan yang didirikan di Jakarta sejak Tahun 2016 lalu ini memungkinkan pengguna untuk membayar cicilan melalui kartu kredit/debit. Aplikasi yang tersedia untuk smartphone bersistem operasi iOS dan Android itu mendapatkan pendanaan sebesar US$345 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun dari MUFG dan 24 investor lainnya.
Nah, itu dia informasi lengkap tentang perusahaan startup AI Indonesia yang bisa dimanfaatkan di berbagai bidang dari mulai bisnis hingga keuangan. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat!


