BRIN Ungkap Kemampuan AI Mendiagnosis Penyakit

BRIN ungkap kemampuan diagnosis penyakit AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengumumkan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengenali dan mendiagnosis berbagai penyakit. Kepala Pusat Riset Kecerdasan Buatan dan Keamanan Siber BRIN, Anto Satriyo Nugroho, mengungkapkan bahwa AI saat ini berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, Anto Satriyo Nugroho menyatakan, “Dalam konteks medis, AI memiliki potensi besar sebagai alat yang dapat mempercepat proses diagnosis, meningkatkan akurasi, dan mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi akibat keterbatasan pengalaman atau praktik dokter dalam mendiagnosis.”

Salah satu contoh teknologi AI yang digunakan dalam bidang kesehatan adalah AI-based Paediatric Tele-Dermatology. Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara para peneliti di Pusat Riset Komputasi BRIN dan Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (KSDAI PERDOSKI).

Baca Selengkapnya